Surakarta, 17 Juli 2026 – Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta menyelenggarakan Workshop Metode Pembelajaran Klinis bagi Clinical Educator Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapi pada Jumat (17/7/2026) di Ruang Sidang Jurusan Fisioterapi. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, PLP, dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran klinis pada Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapi.
Workshop dibuka dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pemutaran video pendek antikorupsi, serta sambutan dari Ketua Jurusan Fisioterapi, Nur Basuki, M.Physio., Ph.D., PT dan Ketua Program Studi Sarjana Terapan dan Pendidikan Profesi Fisioterapi, Dr. Saifudin Zuhri, Ftr., M.Kes. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Ketua Jurusan Fisioterapi menyampaikan bahwa Clinical Educator memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan pembelajaran klinis yang berkualitas. Keberadaan pendidik klinis yang kompeten menjadi kunci dalam membimbing mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional selama menjalani praktik klinik, sehingga mampu menghasilkan lulusan fisioterapi yang unggul dan berdaya saing.
Sementara itu, Ketua Program Studi Sarjana Terapan dan Pendidikan Profesi Fisioterapi, Dr. Saifudin Zuhri, Ftr., M.Kes., menekankan bahwa proses pendidikan profesi fisioterapi merupakan tahapan penting dalam membentuk kompetensi lulusan sesuai Standar Kompetensi Fisioterapis Indonesia. Pembelajaran klinis harus mampu memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa melalui bimbingan yang sistematis, penilaian yang objektif, serta pembentukan profesionalisme, kemampuan berpikir kritis, pengambilan keputusan klinis (clinical reasoning), komunikasi efektif, dan penerapan praktik fisioterapi berbasis bukti (evidence-based practice). Oleh karena itu, sinergi antara institusi pendidikan dan Clinical Educator di wahana praktik menjadi faktor utama dalam menjamin mutu lulusan profesi fisioterapi.
Materi utama workshop disampaikan oleh Isnaini Herawati, S.Fis., Ftr., M.Sc., Ph.D., yang membahas Metode Pembelajaran Klinis bagi Clinical Educator Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapi. Pada sesi pagi, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep, strategi, serta implementasi pembelajaran klinis yang efektif dalam mendampingi mahasiswa selama praktik profesi. Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif mengenai berbagai tantangan dan solusi dalam penyelenggaraan pembelajaran klinis di lahan praktik.
Workshop ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik baik (best practice) antarpendidik dalam menerapkan metode pembelajaran klinis yang berpusat pada mahasiswa (student-centered learning), sekaligus memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dengan wahana praktik klinik.
Melalui kegiatan ini, Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta berharap para Clinical Educator semakin siap menjalankan perannya sebagai pendidik, pembimbing, fasilitator, dan evaluator mahasiswa profesi. Penguatan kapasitas pendidik klinis diharapkan mampu mendukung penyelenggaraan pendidikan profesi fisioterapi yang berkualitas, sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, beretika, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta siap memberikan pelayanan fisioterapi yang aman, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
























0 comments:
Posting Komentar